#DirumahAja, Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia kian meresahkan, sesuai data per tanggal 24 Juni 2020 sudah 50.187 terkonfirmasi dengan +1.178 kasus setiap harinya. Sudah berbagai cara dilakukan untuk berusaha menekan angka penyebaran virus, salah satunya dengan melakukan Work From Home yang dimaksudkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat tetap beraktifitas selama pandemi dengan aman. Tak hanya di bidang ekonomi saja, di bidang pendidikan pun melakukan modifikasi pembelajaran. Siswa di larang pergi ke sekolah dan mulai melakukan proses belajar di rumah dibantu oleh orang tua. Menurut WHO (2020) munculnya pandemi ini menunjukkan adanya dampak negative terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat baik orang tua, anak-anak dan tidak terkecuali pada anak berkebutuhan khusus.

ABK memiliki sifat rutinitas aktifitas yang konsisten dan berulang, dimana sebelumnya aktifitas mereka yang setiap pagi berangkat ke sekolah kemudian bertemu dengan teman-temannya, bermain, berkomunikasi serta melakukan kegiatan bersama gurunya, tiba-tiba harus terhenti dan berubah menjadi kegiatan di rumah tanpa mengerti apa  yang sedang terjadi juga dapat mempengaruhi kondisi psikis yang mereka miliki.

Pemateri pada kajian kita kali ini adalah Bapak Rizqi Fajar Pradipta M.Pd. selaku dosen dari jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Negeri Malang. Beliau telah mencoba mengumpulkan dan mengutip beberapa artikel berita dan buku terkait dengan ‘bagaimana menjaga kondisi psikis anak dimasa pandemi.’ Sesuai dengan buku pedoman dukungan kesehatan jiwa dan psikososial pada pandemic covid-19 terdapat berbagai cara orang tua atau pengasuh dalam mengatasi emosi dan mengelola stress anak antara lain :

  • Memberikan informasi tentang wabah Covid-19 dengan berbagai cara sesuai kemampuan minimal dari pada disabilitas
  • Ajak anak berbicara dengan tenang dan penuh kasih sayang, beri merkea kesempatan mengeksprsikan perasaan dan mengungkapkan isi pikiean serta memberikan rasa aman
  • Beri pujian dan motivasi pada anak terkait aktibitas yang dilakukan
  • Fasilitasi interaksi anak dengan teman-temaannya melalui media sosial
  • Bantu mereka melakukan kegiatan sesuai hobi atau yang dapat membuat tenang, menarik dan menyenangkan seperti cara mencuci tangan dan menggunakan masker dengan benar, menggambar, menyanyi karaoke, masak bersama atau mengajak mereka berjalan-jalan di sekitar rumah sesuai dengan usia dan kemampuannya.
  • Menghindari segala bentuk kekerasan secara fisik, psikologis dan sosial seperti membentak atau kekerasan terhadap anak. Karena hal tersebut akan menambah rasa stress dan marah pada diri orang tua ataupun kepada anak itu sendiri.
  • Tetap mengawasi penggunaan media sosial terutama informasi tentang Covid-19 yang dapat menimbulkan kepanikan tersendiri
  • Melakukan kegiatan relaksasi atau peregangan dengan menarik nafas dalam-dalam kemudian tahan lalu hembuskan melalui mulut secara perlahan setiap mereka merasa cemas dan tertekan.
  • Melakyukan olahreaga sesuai dengan kondisi di sekitar rumah
  • Membuat jadwal kegiatan harian untuk belajar dan bersantai atau menyenangkan yang dapat dilakukan secara rutin.
  • Kenali tanda-tanda masalah kejiwaan dan psikososisal seperti : gelisah, sedih, bosan, mudah tersinggung, agresif, menyendiri. Jika ditemukan tanda-tanda dersebut segera cari pertolongan pada tim kesehatan terdekat.
  • Bagi anak berkebutuhan khusus seperti gangguan spectrum autism, reterdasi mental akan timbul kegelisahan, sehingga orang tua harus pandai memberikan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.

Banyak sekali orang tua mengalihkan perhatian anak kepada Gadget saat mereka merasa jenuh. Hal ini kurang baik untuk dilakukan mengingat bermain Handphone dapat menimbulkan kecanduan tersendiri. Bisa jadi saat sedang harus belajar mereka jadi rewel dan terus meminta bermain Handphone tanpa henti. Sebaiknya orang tua lebih mengalihkan perhatian mereka di kala bosan dengan aktivitas yang bermanfaat dan dapat menambah kedekatan antara orang tua dan anak. Seperti :

  • Olahraga, selama di rumah mungkin anak akan lebih sedikit beraktivitas. Olahraga bersama anak dapat menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
  • Perkerjaan Rumah, berikan anak pekerjaan rumah yang sesuai dengan kemampuan mereka. Sesuatu yang baru dan bisa dengan mudah mereka lakukan menjadi aktivitas menyenangkan. Selain membuat anak tidak bosan, pekerjaan rumah ini juga melatih anak untuk dapat memiliki rasa tanggung jawab dan cinta kebersihan.
  • Merawat dan Memelihara Tanaman, ajak anak untuk bercocok tanam. Menyiram, dan menanam tumbuhan dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan jika dilakukan bersama. Selain itu kegiatan tersebut juga melatih anak untuk dapat menyayangi makhluk hidup lainnya. Mengamati pertumbuhan tanaman yang mereka rawat menjadi kepuasan sendiri bagi mereka.
  • Belajar, ketika ayah dan ibu sedang sibuk namun anak terus berusaha mengajak bermain sebaiknya berikan anak sesuatu yang dapat di kerjakan. Seperti mengajak mereka mencari informasi terbaru di buku atau internet. Duduk bersama dan bekerja di samping anak memberikan semanagat tersendiri bagi orang tua.
  • Seni dan Budaya, mengajak anak membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Mungkin membuat mozaik dari kain perca atau melukis di kaos bisa menjadi pilihan tersendiri untuk mengatasi rasa bosan. Hasil buatan tangan yang dapat mereka pakai atau lihat menjadi suatu hal yang membanggakan untuknya.
  • Membaca Dongeng, dapat menjadi suatu alternatif untuk mengajarkan anak cara memperhatikan orang yang bercerita sekaligus belajar membaca bersama.
  • Psawat Terbang, biasanya dilakukan bersama ayah. Ayah akan menggendong anaknya dan menganggkat badan mereka yang tengkurap ke atas dan kebawah sesekali sambil berjalan cepat serta berteriak “pesawat terbang lepas landasss!”. Hal ini dapat melatoh otot tangan anak agar aktif bergerak sekaligus membuat anak senang.
  • Bermain Peran, dapat dilakukan dengan menjadikan anak sebagai koki restoran. Ayah dan Ibu duduk di meja sedangkan anak membuatkan minuman atau camilan untuk orang tuanya seolah dia adalah koki dari restoran tersebut yang bertugas menjamu pengunjung sebaik mungkin.
  • Hias Rambut, ibu dan anak bisa saling bergantian untuk menghias wajah dan rambut mereka bersama. Lalu kenakan pakaian terindah. Kemudian berfoto bersama.
  • Membuat Slime atau Playdough, daripada harus membeli di toko mainan lebih baik jika Ayah dan Ibu mengajak anak berkreasi bersama membuat slime atau playdough di rumah.
  • Masak-masakan, Ayah dan Ibu bisa mengajak anak untuk membuat donat kreasi wajah yang lucu bersama-sama. Membuat, melukis dan memakan donat buatan sendiri pasti akan sangat menyenangkan.

Kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak republik Indonesia juga telah membuat Activity Book yang di dalamnya berisi kegiatan yang dapat dilakukan bersama Ayah dan Ibu bersama anaknya dengan gembira. Klik link untuk mengunduh activity book https://bit.ly/2CnZdpK

Kajian ke-PLB an yang berlangsung pada 28 Juni 2020 ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta mulai dari kalangan mahasiswa, orang tua anak berkebutuhan khusus, hingga guru sekolah. Kami harap dengan diselenggarakannya acara ini dapat menjawab sedikit atau banyak pertanyaan yang muncul seiring terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Mari mengenali disabilitas dan bersama dengan kami untuk menciptakan dunia yang jauh lebih baik untuk mereka tinggali.

Sampai jumpa di Agenda Selanjutnya ….

HMJ PLB FIP UM 2020 “TOTALITAS BERSINERGI !!!!!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *