Masa pandemi tidak menghalangi kami, terlebih lagi pada Gebyar Seni. Kami langsungkan dengan modifikasi untuk membangkitkan motivasi, bahwa kita bisa walau kondisi berubah tak pasti. Pada tahun ini HMJ PLB FIP UM kembali hadir untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap difabel Se-Malang Raya dengan menyelenggarkan kegiatan Gebyar Seni ABK 2.0.

Gebyar seni ABK 2.0 merupakan keberlanjutan dari bentuk kepedulian HMJ PLB FIP UM Divisi Minat dan Bakat terhadap kesetaraan para difabel Se-Malang Raya, yang dilangsungkan secara online. Adapun Gebyar Seni ABK 2.0 yang mengusung tema “The Power of Culture” ini merupakan perlombaan seni tahunan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang meliputi lomba menyanyi bagi tunanetra, lomba cipta dan baca puisi bagi tunadaksa , dan lomba bercerita bagi tunagrahita dan autis ringan yang mana ditujukan oleh anak-anak berkebutuhan rentan usia 10 hingga 15 tahun.

Lomba diikuti oleh banyak peserta yang tersebar dari berbagai sekolah khusus se-malang raya. Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta gebyar seni ABK sangat antusias dapat berlaga dan mengekspresikan kemampuannya dalam tiga kategori lomba yang ada, didampingi oleh para orang tua serta guru.

Kegiatan Gebyar Seni ABK 2.0 ini bukan sekadar mewadahi bakat dan minat anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi sekaligus mengantarkan pesan bahwa ABK perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam berekspresi dan berprestasi. Dengan harapan yang lebih jauh, mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *